RSS

Hipertensi

02 Mar

Pertanyaan paling umum yang sering diutarakan orang setelah diukur tekanan darahnya adalah, “Apakah tekanan darah saya normal?” Sebenarnya kapan seseorang dikatakan mengidap hipertensi atau tekanan darah tinggi?

Saat ini, klasifikasi yang digunakan untuk menyatakan derajat tekanan darah tinggi adalah klasifikasi menurut JNC (Joint National Committee) VII. Adapun klasifikasi tersebut sebagai berikut:

a. Normal, jika tekanan darah sistolik (TDS) < 120 mmHg dan tekanan darah diastolik (TDD) < 80 mmHg.

b. pre hipertensi jika TDS 120 – 139 mmHg dan TDD 80- 89 mmHg.

c. Hipertensi stage I jika TDS 140 – 159 mmHg dan TDD 90 – 99 mmHg.

d. Hipertensi stage II jika TDS ≥ 160 mmHg dan TDD ≥ 100 mmHg.

Pada stadium pre hipertensi, dapat dilakukan perubahan gaya hidup (pola makan dan aktivitas) untuk menjaga agar tidak jatuh ke kondisi hipertensi. Sementara pada hipertensi stage I dan II diperlukan terapi farmakologi untuk mengontrol tekanan darah.

Perlu diingat bahwa target pengobatan hipertensi adalah untuk menurunkan morbiditas dan menghindari mortalitas. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara dokter dan pasien agar target tersebut dapat tercapai. Terutama menyangkut kepatuhan minum obat, pola diet, dan perubahan kebiasaan (misalnya merokok).

Pengendalian tekanan darah dengan modifikasi diet dan aktivitas, selain penggunaan terapi farmakologis, penting dalam tatalaksana hipertensi demi menghindari terjadinya penyulit atau komplikasi. Modifikasi yang dapat dilakukan, antara lain:

a. diet rendah garam karena Na akan mengikat air yang kemudian meningkatkan volume intravaskular sehingga meningkatkan tekanan darah. Batasan rendah garam di sini ialah < 6 gram/hari.

b.  Peningkatan aktivitas fisik (3 – 4 kali seminggu, dengan durasi @ 30 – 45 menit)

c. Menghentikan kebiasaan merokok

d. Mengatasi kelebihan berat badan dan obesitas

e. Mengurangi konsumsi alkohol

Penderita perlu memperhatikan kepatuhan minum obat dan kontrol secara teratur untuk mencapai target tekanan darah. Hal ini penting untuk melindungi fungsi target organ, terutama ginjal. Dengan demikian, diharapkan penderita tidak jatuh ke kondisi kidney disease. Selain itu, komplikasi tersering pada penderita hipertensi yang tak terkontrol ialah stroke atau CVA (cerebrovascular attack).

Mencegah lebih baik daribada mengobati. Mari berubah sejak hari ini, sebelum semuanya terlambat karena hidup berkualitas merupakan dambaan setiap orang.

 
2 Comments

Posted by on March 2, 2010 in chronic disease, definition, prevention

 

2 responses to “Hipertensi

  1. tony

    January 31, 2012 at 12:19 pm

    Terima Kasih…nice artikel dan bermanfaat.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: